Pagelaran Seni Budaya Sendra Tari Kolaborasi KKN 133 UNDIP x UNWAHAS & Putro Setyo Budoyo “Bahurekso”

22 August 2026

Pagelaran Seni Budaya Sendra Tari Kolaborasi KKN 133 UNDIP x UNWAHAS & Putro Setyo Budoyo “Bahurekso” menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam memperkenalkan sekaligus melestarikan seni dan budaya Jawa melalui pertunjukan tari dan seni tradisional.

Dalam pagelaran ini, KKN 133 UNDIP bersama UNWAHAS dan Kelompok Seni Barongan Putro Setyo Budoyo mengangkat sebuah cerita rakyat fiksi berjudul “Babad Alas Wengker”. Cerita tersebut mengisahkan perjalanan Tumenggung Bahurekso bersama pasukan berkudanya yang hendak menuju Batavia. Dalam perjalanan, rombongan harus melewati sebuah hutan yang dikenal angker dan penuh dengan berbagai tantangan, yaitu Alas Roban.

Ketika memasuki hutan tersebut, Tumenggung Bahurekso dan pasukannya dihadang oleh Singo Barong, sosok penjaga Alas Roban. Pertarungan pun terjadi hingga akhirnya Tumenggung Bahurekso berhasil mengalahkan Sang Singo Barong.

Namun, perjalanan belum berakhir. Setelah melewati tantangan tersebut, Tumenggung Bahurekso bertemu dengan Dewi Rubeksowati, yang dalam kisah ini digambarkan sebagai Ratu Jin penjaga Alas Roban. Dalam pertemuan tersebut, Dewi Rubeksowati memberikan izin kepada Tumenggung Bahurekso dan pasukannya untuk melewati hutan dengan sebuah syarat, yaitu Tumenggung Bahurekso bersedia menjadi pasangannya.

Setelah mempertimbangkan permintaan tersebut, Tumenggung Bahurekso akhirnya menerima syarat yang diberikan Dewi Rubeksowati. Dengan demikian, berbagai rintangan yang menghadang perjalanan mereka dapat dilewati dan Tumenggung Bahurekso bersama pasukan berkudanya berhasil membuka jalan menuju Batavia.

Melalui “Babad Alas Wengker”, pagelaran ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas generasi muda dalam mengemas cerita, tari, musik, dan seni Barongan ke dalam sebuah pertunjukan yang menarik.

Kolaborasi antara KKN 133 UNDIP, UNWAHAS, dan Putro Setyo Budoyo diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah generasi muda.

Berita Terbaru